Ekologi Populasi

          Ekologi adalah studi tentang bagaimana organisme berinteraksi satu sama lain dan dengan lingkungan fisik mereka. Oleh kerena itu, interaksi ini dapat terjadi antara komponen biotik dengan biotik, maupun biotik dengan abiotik. Dengan kata lain ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal-balik/ interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ernest Heackel (1854-1914) merupakan orang pertama yang mengemukakan definisi tentang ekologi tersebut.

    Interaksi antar komponen dalam ekologi dapat berupa interaksi antarorganisme, antarpopulasi, maupun antarkomunitas. Interaksi antarorganisme dapat dikategorikan sebagai predasi (hubungan antara memangsa dan dimangsa), mutualisme (hubungan antar organisme yang saling menguntungkan), komensalisme (hubungan antarorganisme yang hanya menguntungkan salah satu pihak, sedangkan pihak lain tidak diuntungkan maupun dirugikan), parasitisme (interaksi antar organisme yang hanya menguntungkan salah satu pihak, sedangkan pihak lain dirugikan), dan antibiosis/ amensalisme (interaksi antarorganisme, di mana salah satunya menghambat organisme lain). Contoh dari interaksi itu sendiri adalah sebagai berikut :

  • Mutualisme            : Alga (zooxanthellae) di dalam bangun gosongkarang koral.
  • Parasitisme            : Tali putri dengan pohon inangnya.
  • Komensalisme      : Lumut Spanyol dengan pohon.
  • Predasi                     : Harimau dengan rusa.
  • Amensalisme         : Fungi yang menghasilkan antibiotik di manamenghambat organisme lain.

             Pada ekosistem, interaksi dapat membentuk dinamika kehidupan, seperti rantai makanan, jaring-jaring makanan, piramida makanan, pembentukan biomassa, siklus materi, aliran energi dan lain-lain. Pada rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan piramida makanan, umumnya terdiri dari produsen, konsumen, dan dekomposer.

            Di dalam populasi yang merupakan kumpulan individu intraspesies pada area geofrafis sama, pasti terdapat beberapa tahapan.Tahapan tersebut terdiri dari pertumbuhan, stabilitas, dan penurunan.Tentu saja di dalam pertumbuhan dan penurunan tersebut dipengaruhi oleh angka kelahiran dan kematian. Pertumbuhan populasi tidak dapat dipisahkan dari sejarah kehidupan, di mana sejarah tersebut bersangkut paut dengan kedewasaan seksual, umur kehidupan, serta semua kejadian yang terjadi pada individu (yang mempengaruhi sifat-sifat reproduksi).

            Dalam tahap perpindahan antara pertumbuhan dan stabilitas, tentu saja mempertimbangkan batas pertumbuhan populasi, di mana batas tersebut dipengaruhi oleh ketersediaan makanan, ruang/ tempat hidup, maupun interaksi dengan faktor fisik dan biologi lain. Faktor fisik itu sendiri seperti makanan, perlindungan, ketersediaan air, tanah, cahaya dan lain sebagainya.

Dalam perkembangan suatu populasi, terdapat beberapa predator yang akan membunuh dan memakan suatu organisme (karnivora memakan daging (hewan), herbivora memakan tumbuhan). Akan tetapi perlu diketahui bahwa predator tidak selalu membunuh dan memakan mangsanya. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor :

  • Spesies mangsa sering dilengkapi dengan mekanisme perlindungan seperti kamuflase, bisa, duri, ataupun ukuran besar untuk menghalangi pemangsaan.
  • Spesies mangsa memiliki tempat berlindung, di mana predator tidak dapat manjangkaunya.
  • Predator berganti mangsa ketika spesies mangsa menjadi randah dari kelimpahannya (pergantian mangsa).

       Ketika populasi pemangsa terlampau banyak, maka populasi mangsa menjadi sedikit, demikian sebaliknya. Kemerosotan dan kepunahan populasi saling berkait. Kepunahan spesies terjadi ketika anggota spesies dan komponen populasi mati.

          Saat ini para saintis mentaksirkan bahwa 99% spesies yang pernah ada telah punah. Pengaruh yang paling besar dalam kepunahan ini adalah perubahan lingkungan.

      Saat ini populasi manusia semakin meningkat. Peningkatan populasi manusia dengan dibersamai teknologi telah mengganggu lingkungan. Contoh gangguan tersebut adalah sebagai berikut :

#Polisi
Polusi dibebaskan di air dan udara. Polusi menyebabkan nutrisi tanaman di daratan dan perairan menjadi terbatas.

#Pestisida dan kompetisi
Memindahkan spesies yang berkompetisi dapat menyebabkan ledakan populasi organisme yang tidak dipindahkan. Lalu pestisida yang disemprotkan sering menyebabkan kematian organisme yang tidak dikehendaki.

#Pemindahan pemangsa/ predator
Predator yang hilang karena dipindahkan manusia akan mengakibatkan populasi mangsa meningkat, sehingga menimbulkan dampak negatif. Contohnya pemindahan serigala menyebabkan over grazing rusa (rumput terlalu banyak dimakan oleh rusa).

#Perkenalan spesies baru
Pengenalan spesies baru membuat manusia lupa atau bahkan tidak peduli pada spesies lama. Oleh karena itu spesies lama akan berkurang karena manusia menggantikannya dengan spesies baru yang dinilai lebih unggul, bermanfaat, dan lebih bernilai tinggi.

       Perlu diketahui bahwa lingkungan biasanya tidak cukup seragam untuk mendukung penyaluran spesies. Setiap spesies mempunyai pola penyebaran. Tiga pola penyebaran yang ditemukan meliputi keseragaman, kerumpunan, dan acak, mengingat tempat geografis spesies yang berubah-ubah setiap waktu. Oleh karena itu, mereka dapat menyusut atau

Binomial Nomenklatur

 Carolus LinnaeusSumber Gambar : http://informationfarhan.blogspot.com

          Binomial Nomenklatur merupakan sistem tata nama ganda yang digunakan dalam penulisan nama spesies atau jenis makhluk hidup. Binomial Nomenkalatur diperkenalkan oleh bapak klasifikasi, Carolus Linnaeus, yang juga merupakan pencetus sistem klasifikasi alami (Cara pengelompokan organisme berdasarkan persamaan morfologi yang dimiliki). Berikut ketentuan penulisan tata nama ganda (Binomial Nomenklatur) :

  • Nama jenis menggunakan kata bahasa Latin.
  • Kata pertama menunjukkan nama genus, kata kedua menunjukkan nama spesies.
  • Huruf pertama kata genus ditulis dengan huruf besar/ kapital (huruf ke dua dan seterusnya dari nama genus ditulis dengan huruf kecil).
  • Semua huruf dalam nama spesies ditulis menggunakan huruf kecil.
  • Baik kata genus maupun spesies ditulis/ dicetak miring (tanpa garis bawah).
  • Akan tetapi dalam penulisan menggunakan tangan, untuk mempermudah, maka nama  genus dan spesies boleh tidak ditulis miring asalkan diberi garis bawah terpisah.

Contoh :

Zea mays (jagung) boleh juga ditulis Zea mays (jagung)

Chanos chanos (bandeng) boleh juga ditulis Chanos chanos (bandeng)

Solamun melongena (terong) boleh juga ditulis Solamun melongena (terong)

Just for Latin language*

How to read?

ae & oe = e

Example :

  1. Amoeba        = Ameba
  2. Plantae          = Plante
  3. Floem             = Flem

Ca Ci Cu Ce Co

Ka Si Ku Se Ko

Example :

  1. Ciliata             = Siliata
  2. Celom             = Selom
  3. Carica             = Karika

So why Coelenterata      = Celenterata = Selenterata ? Wh not Coelenterata         = Koelenterata = Kelenterata? Solve this problem by your shelf. (:

Kepribadian

Mazmur-34-15-1024x768Sumber Gambar : WarungSateKamu

PETUNJUK PENGISIAN

  • Pilihlah salah satu dari setiap pasangan pernyataan (no. 1 berpasangan dengan no. 2, no. 3 berpasangan dengan no. 4, no. 5 berpasangan dengan no. 6 dan seterusnya).
  • Tidak ada pernyataan yang benar atau salah. Berikan jawaban yang paling menggambarkan keadaan isi hati Saudara sendiri yang sebenarnya, bukan bagaimana seharusnya, atau bagaimana sebaiknya.
  • Pilihlah semua pernyataan yang ada dalam tes ini, jangan sampai ada pernyataan yang terlewat (Pilih satu pernyataan dari pasangan pernyataan).
  1. Saya suka terlibat dalam berbagai kegiatan.

  2. Saya suka mengelola suatu hal secara teratur dan sistematis.

  3. Saya menyukai persahabatan.

  4. Saya percaya bahwa bekerja dalam kelompok pada umumnya lebih efektif daripada bekerja secara perorangan.

  5. Saya senang bekerja dengan orang lain.

  6. Saya lebih tertarik memikirkan kemungkinan di masa depan daripada pengalaman di masa lalu.

  7. Batas akhir kegiatan adalah penting dan memacu saya untuk bertindak.

  8. Saya suka mengikuti pertemuan yang dipersiapkan dengan baik.

  9. Saya tidak tahan tinggal diam jika ada sesuatu yang dapat saya kerjakan.

  10. Saya percaya bahwa ide-ide baru harus benar-benar diuji terlebih dahulu sebelum dilaksanakan.

  11. Saya senang mencoba hal-hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

  12. Saya suka membangun hubungan dengan berbagai macam orang.

  13. Saya ingin mengambil tindakan nyata bukan hanya memikirkan atau membicarakannya.

  14. Ketika saya memulai seseuatu, saya ingin mengerjakan sampai akhir.

  15. Saya memberikan ide-ide yang menantang kepada orang di sekeliling saya.

  16. Saya cukup bisa memahami perasaan orang lain dengan baik.

  17. Saya mengharapkan umpan balik dari apa yang saya kerjakan.

  18. Saya menemukan bahwa pendekatan secara bertahap adalah efektif.

  19. Saya senang merasa aman dan diterima.

  20. Saya menyukai penyelesaian masalah secara kreatif.

  21. Saya banyak berpikir tentang masa depan.

  22. Saya peka terhadap kebutuhan orang lain.

  23. Perencanaan adalah kunci keberhasilan.

  24. Saya menjadi tidak sabar dengan sesuatu yang bertele-tele.

  25. Saya menghargai orang yang menepati jadwal.

  26. Saya menghargai orang yang bertindak cepat.

  27. Orang-orang berkata bahwa saya seorang pendorong semangat.

  28. Orang-orang berkata bahwa saya seorang pemikir yang cemerlang.

  29. Kerjasama adalah kunci bagi saya.

  30. Keteraturan menolong saya dalam bekerja.

  31. Saya swlalu mempertanyakan alasan dan tujuan dari suatu proyek.

  32. Saya dapat menangani beberapa proyek pada saat yang sama.

  33. Saya senang mempelajari sesuatu dengan melakukannya.

  34. Saya senang merencanakan sesuatu sebelum melakukannya.

  35. Saya tidak suka hal-hal yang mendetail.

  36. Saya tidak suka ketika hubungan terganggu.

  37. Analisis harus selalu mendahului kegiatan.

  38. Saya dapat memasuki suasana suatu kelompok.

  39. Saya mempunyai kecenderungan untuk melakukan sesuatu secara cekatan dan efisien.

  40. Saya mempunyai kecenderungan melakukan sesuatu dan tidak menyelesaikannya, karena sudah memikirkan proyek lain.

  41. Saya memilih tugas yang menuntut tindakan praktis dan segera.

  42. Saya memilih tugas yang menuntut perencanaan dan pengelolaan.

  43.  Saya suka memiliki teman-teman baru.

  44. Saya suka merancang kemungkinan proyek baru.

  45. Saya suka menemukan gagasan baru.

  46. Saya suka membuat orang lain senang.

  47. Saya suka memfokuskan diri saya pada satu persoalan pada satu waktu.

  48. Saya suka bergerak cepat.

  49. Saya senang mempelajari sudut pandang dan sifat-sifat orang lain.

  50. Saya suka melakukan pekerjaan yang beraneka ragam.

  51. Hal-hal yang sudah teruji perlu dipertahankan dan ditingkatkan.

  52. Hal-hal yang belum teruji perlu dijajaki dan dicoba.

  53. Saya tidak sabar dengan tugas yang lamban.

  54. Saya tidak sabar dengan suatu tugas yang rutin.

  55. Keputusan-keputusan kunci harus dibuat dengan cara yang tepat.

  56. Saya percaya bahwa setiap orang memerlukan orang lain untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.

  57. Saya mengambil keputausan tanpa terlalu banyak berpikir.

  58. Saya berhati-hati dengan perubahan.

  59. Saya suka memikirkan suatu akibat dari suatu pilihan terhadap suasana hubungan.

  60. Saya suka memikirkan peran suatu hal dalam lingkup yang luas lagi.

  61. Saya yakin perlunya perubahan yang berkelanjutan.

  62. Saya yakin terhadap pendekatan yang sistematis.

  63. Saya suka mengerjakan sesuatu.

  64. Saya suka membangun hubungan.

  65. Saya mencari tindakan yang dapat dilakukan dengan nyata.

  66. Saya mencari cara untuk melakukan sesuatu dengan tertib.

  67. Saya bersemangat ketika menemukan dan merancang suatu konsep.

  68. Saya bersemangat ketika orang-orang menikmati suasana hubungan.

  69. Saya suka mengorganisasi.

  70. Saya biasanya aktif mengerjakan suatu tanggung jawab satu ke tanggung jawab lain.

  71. Merenung dan berimajinasi adalah suatu tindakan yang keratif.

  72. Berbicara dan bekerjasama dengan orang lain adalah suatu tindakan yang kreatif.

  73. Saya suka dengan ide-ide.

  74. Saya tidak suka menyia-nyiakan waktu saya tanpa mengerjakan apa-apa.

  75. Saya menikmati melakukan apa yang sudah terlebih dahulu saya kuasai.

  76. Saya banyak belajar melalui interaksi dengan orang lain.

  77. Saya tidak menyepelekan hal-hal yang kecil.

  78. Saya tidak menyepelekan hal-hal yang abstrak.

  79. Puas jika bisa bekerja dengan tim yang gesit.

  80. Puas jika dapat bekerja dengan tim yang kompak.

Action Person                                                                                            total=………………. 1-7-9-13-17-24-26-32-33-39-41-48-50-53-57-63-65-70-74-79 Process Person                                                                       total=………………. 2-8-10-14-18-23-25-30-34-37-42-47-51-55-58-62-66-69-75-77 People Person                                                                        total=……………… 4-5-12-16-19-22-27-29-36-38-43-46-49-56-59-64-68-72-76-80 Idea Person                                                                total=……………… 3-6-11-15-20-21-28-31-35-40-44-45-52-54-60-61-67-71-73-78 Keterangan :

  1. Idea Person          : perancang, inspirasi, perubahan, & kreativitas
  2. People Person      : hubungan, harmoni, dorongan, & komunikasi
  3. Process Person     : pengelolaan, proses, keteraturan, & struktur
  4. Action Person       : pelaksanaan, praktis, cekatan, & konkret

Sesorah Cekak/ Pidato Singkat

734269_4391968845625_706901446_n

Matur nuwun dhumateng sedherek pranatacara ingkang sampun kersa maringi wekdal dhumateng kawula.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh.

Salam sejahtera kangge kula panjenengan sedaya.

Sedaya puji katur wonten ing ngarsanipun Gusti Allah Ingkang Maha Agung. Saestu namung kanthi berkah saha panguaosipun, panjenengan sedaya dalasan kula saged ngempal lan pepanggihan kanthi raharja wonten ing papan menika.

Nuwun,

Para pepundhen, para sesepuh, saha para pinisepuh ingkang tuhu kinabekten, bapak- bapak, ibu- ibu, saha para rawuh ingkang dhahat kinurmatan.

Kula minangka talang basanipun Bapak Karmanto sekalian, keparenga ngaturaken kasugengn saha atur panuwun ingkang tanpa pepindhan awit saking rawuhipun panjenengan sedaya. Sumangga kasekecakna lenggahipun kanthi mardikaning penggalih.

Para rawuh ingkang bagya mulya,

Pramila panjenengan sedaya kasuwun rawuh wonten dalemipun Bapak Karmanto sekalian nun inggih kasuwun berkah pangestunipun, dhumateng putra kakungipun ingkang peparab Ardhi Wiratama ingkang badhe dipun khitanaken, ugi dhumateng Bapak saha Ibu Karmanto ingkang hamengku gati netepi minangka jejering tiyang sepuh.

Mugi- mugi kanthi peparing berkah pangestu panjenengan sedaya, putra ingkang badhe dipun khitanaken keparingan karaharjan, kalis saking sambekala. Salajengipun saged dados lare ingkang murakabi tumrap dhiri pribadinipun, saha tumrap bebrayat agung, bekti dhumateng Gusti, lan tiyang sepuh, sarta saged migunani tumrap nusa, bangsa, lan agami.

Para lenggah ingkang dhahat kinurmatan,

Rehning sagedipun kalaksanan sedayanipun Bapak Karmanto sekaliyan menika inggih awit saking pambiyantunipun sanak- sedherek, tanggi- tepalih, saha para wiranem kukuban Jetis ngriki, ingkang awujud dana, bau, sarta pamrayogi. Pramila Bapak saha Ibu Karmanto ngturaken agunging panuwun.

Mugi- mugi amal kasaenan panjenengan sedaya kala wau pikantuk lelintu ingkang matikel- tikel saking ngrsanipun Gusti Allah.

Pepuntoning aturipun Bapak Karmanto sekaliyan mbok bilih anggenipun nanggapi rawuh panjenengan sedaya kirang mranani ing penggalih, keparenga paring samudra pangaksami.

Mekaten atur kula minangka sulih sariranipun Bapak Karmanto sekaliyan, mbok bilih wonten kiraning trapsila tuwin kirang trep panataning basa awit saking kirangipun sesrepan kawula, saestu namung saged matur kupat janure tuwa, yen lepat nyuwun agunging pangapura.

Wassalamu’alaikum warahmatulahi wabarakatuh.

Wekdal kula kunduraken dhumateng sedherek pranatacara.

Geosentris dan Heliosentris

Pythagoras

  • Pythagoras adalah tokoh pertama yang mengembangkan konsep kosmologi. Ia merupakan orang pertama kali mengembangkan gagasan bahwa alam smesta mengikuti hukum-hukum alam yang bersifat kuantitatif.
  • Pythagoras menyatakan bahwa benda-benda langit (matahari, bumi, bulan, dan planet-planet) terletak pada bola-bola konsentris (sepusat) yang berputar mengelilingi sumber api sebagi pusat alam semesta (api pusat).
  • Menurut Pythagoras, keteraturan alam semesta mirip dengan keteraturan tangga nada pada dawai lira. Bahkan, ia mengemukakan bahwa semua benda langit dalam pergerakannya mendengungkan nada-nada yang hanya dapat didengarkan oleh orang-orang tertentu. Jadi, keteraturan merupakan prinsip utama yang mendasari konsep alam semesta Pythagoras.
         Setelah Pythagoras, tokoh-tokoh lain yang berperan dalam perkembangan kosmologi Yunani Kuno adalah Plato, Eudoxus, dan Aristoteles.
Ø  Menurut Plato, lingkaran dan bola merupakan bentuk geometri yang paling sempurna. Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa semua benda langit bergerak mengelilingi bumi dalam lintasan yang berbentuk lingkaran.
Ø  Eudoxus, seorang murid Plato, mengembangkan teorinya berdasarkan pengamatan benda-benda langit. Dimungkinkan ia merupakan orang yang pertama kali membuat teori tentang alam semesta berdasarkan data pengamatan. Menurut Eudoxus, setiap planet terletak pada bola-bola konsentris dan pergerakan planet disebabkan oleh rotasi bola-bola tersebut. Karena laju rotasi dan kedudukan sumbu rotasi bola-bola ini berbeda-beda, maka mengebabkan pergerakan planet. Sebagaimana yang diamati Eudoxus, planet Mars bergerak maju-mundur (gerak retrogade).

Ø  Aristoteles (tokoh besar kosmologi Yunani Kuno) berpendapat bahwa bumi merupakan pusat alam semesta dan menjadi titik pusat peredaran benda-benda langit seperti matahari, bulan, dan planet-planet. Ia mengatakan bahwa alam semesta terdiri dari 55 buah bola sepusat, dan setiap bola menjadi tempat kedudukan satu benda langit. Bola paling luar merupakan tempat kedudukan bintang-bintang yang tetap diam. Di luar sistem bola ini terdapat penggerak utama sistem alam semesta, yang dalam bahasa Latin dinamakan primum mobile. 

geo4

Teori Geosentris (Sumber gambar : google)

                Sekitar tahun 140 SM, muncul teori lain tentang alam semesta. Teori ini juga menempatkan bumi sebagai pusat alam semesta dan diusulkan oleh Claudius Ptolomeus. Teori ini pertama-tama dibuat untuk menjelaskan adanya gerak retrogade (gerak maju mundur) planet. Ptolomeus menjelaskan konsep alam semesta dalam bukunya yang berjudul Almagest. Dalam teorinya, Ptolomeus menjelaskan bahwa semua benda langit bergerak mengelilingi sebuah titik. Lintasan benda langit ini disebut epicycle. Epicycle ini bergerak dalam lintasan yang lebih besar yang disebut deferent. Bumi bulan pusat deferent, tetapi letaknya tidak terlalu jauh dari pusat deferent, yaitu pada titik yang disebut equant.
Teori Heliosentris
tatasurya
Sumber gambar : Google
         Teori Heliosentris dikemukakan Nicolaus Copernicus (1473-1543) dengan membantah teori geosentris yang telah ada. Dalam teorinya, Nicolaus Copernicus mengemukakan bahwa matahari adalah pusat edar tata surya, perputaran harian langit akibat perputaran bumi pada sumbu putarannya, dan perubahan tahunan langit akibat perputaran planet mengelilingi matahari. Menurut Copernicus, planet-planet yang mengelilingi matahari dalam orbitnya mempunyai urutan sebagai berikut:
Merkuri
Venus
Bumi
Mars
Jupiter
Saturnus
Uranus
Neptunus
         Teori heliosentris dari Copernicus ini sangat menghebohkan dunia ilmiah Eropa pada saat itu. Bhakan pada tahun 1616 ada lembaga yang memasukkan bukunya Copernicus ke dalam Index, yaitu daftar buku-buku terlarang. Meskipun demikian, semakin banyak ilmuwan yang mempelajari buku Copernicus ini serta menggunakannya sebagai landasan ilmiah untuk memikirkan alam semesta (Tycho Brahe, Johannes Kepler, Galileo Galilei, dan Gionardo Bruno). Mereka berpendapat bahwa teori heliosentris lebih rasiaonal dibandingkan dengan teori geosentris yang telah ada sebelumnya.
         Meskipun banyak ahli yang setuju dengan pandangan Copernicus, teori Copernicus ini masih terdapat beberapa kesalahan. Misalnya, berbeda dengan yang diusulkan Copernicus, orbit planet ternyata berbentuk elips, laju elips tidak selalu tetap, dan matahari bukan pusat alam semesta. Apapun kekurangannya, teori heliosentris dari Copernicus ini tetap dianggap tonggak perkembangan astronomi modern.
______________________________________________
             Saat ini astrononomi modern berhasil mengetahui bahwa selain bumi, bulan serta planet-planet lain dalam satu sistem tata surya, bahkan matahari, ternyata juga mempunyai orbit. Orbit matahari adalah beredar mengelilingi “Milky Way galaksi Bima Sakti. Hingga saat ini, diperkirakan bahwa matahari telah berorbit sebanyak 20,4 kali (sejak terbentuknya matahari 4,6 miliar tahun lalu). Para astronom pun juga memperkirakan bahwa matahari masih akan bertahan hingga 7 miliar tahun lagi, bahkan lebih.
www.aura-ilmu.com
Galaksi Bima Sakti
Sumber gambar : http://www.aura-ilmu.com
Keterangan : Kelajuan 1s cahaya adalah 300.000km. Maka, 1 tahun cahaya adalah 300.000 km x 31.536.000 s = 9.460.800.000.000 km s
              Perlu diketahui bahwa alam semesta diciptakan dengan teratur. Miliaran bintang dan galaksi bergerak dalam orbit mereka masing-masing. Galaksi terdiri dari hampir 300 miliar bintang yang saling berpindah terhadap sesamanya. Sangat mengesankan bahwa selama perpindahan tersebut, bintang-bintang tidak saling bertabrakan. Dimensi fisik luar angkasa sangatlah besar jika dibandingkan dengan pengukuran yang digunakan di bumi. Oleh karena itu, kecepatan benda-benda di alam semesta pun sangatlah luar biasa. Bintang-bintang dan planet-planet dengan massa miliaran atau bahkan triliunan ton dan galaksi dengan ukuran yang hanya dapat dipahami dengan bantuan rumus-rumus matematika, seluruhnya berputar pada jalurnya masing-masing dengan sangat cepat.
        Bumi berotasi terhadap sumbunya sehingga titik-titik di permukaannya bergerak dengan kecepatan rata-rata sekitar 1.670 km per jam. Lalu kecepatan linear rata-rata bumi ketika berevolusi adalah 108.000 km per jam, tata surya berevolusi mengelilingi pusat galaksi dengan kecepatan 720.000 km per jam, sedangkan Bima Sakti sendiri, yang terdiri dari sekitar 200 miliar bintang, bergerak dengan kecepatan 950.000 km per jam. Oleh karena itu, setiap tahun bumi bersama sistem tata surya bergerak sejauh 500 juta km dari lokasi sebelumnya.
         Terdapat kesetimbangan yang luar biasa dalam seluruh gerakan dinamis tersebut. Hal ini mengungkapkan bahwa kehidupan di bumi berlandaskan pada keseimbangan yang sangat cermat. Pergeseran yang sangat sedikit pada orbit benda-benda langit, bahkan hanya beberapa milimeter, dapat membawa akibat yang sangat serius. Beberapa di antaranya dapat sangat mengganggu sehingga kehidupan di bumi tidak mungkin terjadi. Dalam sistem yang di dalamnya terdapat kesetimbangan sekaligus kecepatan yang luar biasa ini, kecelakaan raksasa dapat terjadi kapan pun. Meski demikian, fakta bahwa kita menjalani hidup kita secara wajar di planet ini membuat kita lupa akan bahaya besar yang ada di alam semesta. Karena keteraturan alam semesta ini, kita tahu bahwa hampir setiap tabrakan dapat diabaikan. Oleh karena itu, kita langsung berpikir bahwa kita dikelilingi oleh suatu lingkungan yang sempurna, stabil, dan aman.
😮
# Hubungkan dengan teori relativitas.

E= mc2

Kita ketahui bahwa tata surya dan Galaksi Bimasakti bergerak dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya. Hal tersebut memungkinkan untuk____ Jadi, walaupun ada tabrakan sekalipun, tidak akan menimbulkan____

Aksara Jawa

500px-Hanacaraka-jawasvg
  1. Ha : Hana hurip wening suci= Adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci.

  2. Na : Nur candra, gaib candra, warsitaning candara= Pengharapan manusia hanya selalu ke sinar Illahi.

  3. Ca : Cipta wening, cipta mandulu, cipta dadi= Arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal.

  4. Ra : Rasaingsun handulusih = Rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani.

  5. Ka : Karsaningsun memayuhayuning bawana = Hasrat diarahkan untuk kesajetraan alam.

  6. Da : Dumadining dzat kang tanpa winangenan = Menerima hidup apa adanya.

  7. Ta : Tatas, tutus, titis, titi lan wibawa = Mendasar, totalitas, satu visi, ketelitian dalam memandang hidup.

  8. Sa : Sifat ingsun handulu sifatullah= Membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan.

  9. Wa : Wujud hana tan kena kinira = Ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa batas.

  10. La : Lir handaya paseban jati = Mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi.

  11. Pa : Papan kang tanpa kiblat = Hakekat Allah yang ada disegala arah.

  12. Dha : Dhuwur wekasane endek wiwitane = Untuk bisa diatas tentu dimulai dari dasar.

  13. Ja : Jumbuhing kawula lan Gusti = Selalu berusaha menyatu, memahami sifat dan kehendak-Nya.

  14. Ya : Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi= Percaya dan Yakin atas titah / kodrat Illahi.

  15. Nya : Nyata tanpa mata, ngerti tanpa diuruki = Memahami kodrat kehidupan.

  16. Ma : Madep mantep manembah mring Ilahi = Yakin/ mantap dalam menyembah Ilahi.

  17. Ga : Guru sejati sing muruki = Belajar pada guru nurani

  18. Ba : Bayu sejati kang andalani = Menyelaraskan diri pada gerak alam.

  19. Tha : Tukul saka niat = Sesuatu harus dimulai dan tumbuh dari niat yang suci.

  20. Nga : Ngracut busananing manungso = Melepaskan egoisme pribadi manusia.

Adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci – Pengharapan manusia hanya selalu ke sinar Illahi – Satu arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal – Rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani – Hasrat diarahkan untuk kesajetraan alam – Menerima hidup apa adanya – Mendasar, totalitas, satu visi, ketelitian dalam memandang hidup- Membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan – Ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa batas – Mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi – Hakikat Allah yang ada di segala arah – Untuk bisa di atas tentu dimulai dari dasar – selalu berusaha menyatu, memahami sifat dan kehendak-Nya – Percaya dan yakin atas titah / kodrat Illahi – memahami kodrat kehidupan – Yakin / mantap dalam menyembah Ilahi – Belajar pada guru nurani – Menyelaraskan diri pada gerak alam – Sesuatu harus dimulai – Tumbuh dari niat yang suci – Melepaskan egoisme pribadi manusia.
  1. Menapa ingkang tansaya celak kaliyan gesang kula panjenengan sedaya?…..”Pati”
  2. Menapa ingkang tansaya tebih kaliyan gesang kula panjenengan sedaya?…..”Wekdal”
  3. Menapa ingkang paling ageng……?….. “Hawa nepsu”
  4. Menapa ingkang paling alit……..?…… “Ikhlas”
  5. Menapa ingkang paling awrat wonten ing gesang?…… “Dawuh”
  6. Menapa ingkang paling enteng wonten ing gesang?…. “Tumindak mboten becik”

Angka ingkang nomer setunggal lan kalih sanyata mboten saget kula panjenengan ewahi. Ananging, angka ingkang nomer tiga, sekawan, gangsal, lan enem saget kula panjenengan sedaya ewahi (sumangga nggulawentah dhiri pribadhi). (:

Maxim/ Peribahasa/ Paribasan

  1. A bird in the hand is worth two in the bush : Seekor burung di tangan lebih baik daripada dua ekor burung di udara.

  2. A bad dog never sees the wolf : Anjing yang jeleklah yang tidak akan pernah melihat/ bertemu serigala. Teman penakut tidak dapat memecahkan persoalan.

  3. A berunt child dreads the fire : Pengalaman yang pahit membuat orang berhati-hati.

  4. A condess in fault is a gentle and respectable : Mengkui kesalahan adalah suatu sikap kesatria dan terhormat.

  5. Action speak louder than words : Banyak bekerja sedikit bicara.

  6. A fool’s mouth is the destruction and his lips are the snare of his soul : Mulut orang bodoh membawa dia kepada kebinasaan dan lidahnyapun menjadi jerat baginya.

  7. A friend in need is a friend indeed : Sahabat sejati akan tertawa dalam kegembiraan dan sama menangis dalam kesusahan.

  8. A fruitless life is useless life : Hidup tak berarti tanpa berbuat sesuatu yang berfaedah.

  9. A good bird select a suitabel tree for its nest : Burung yang bagus akan memilih pohon yang rindang untuk sarangnya.

  10. A good book is a great friend : Bacalah buku yang baik karena buku itu adalah sahabat Anda yang paling baik.

  11. A good example is the best sermon : Contoh yang baik adalah nasihat yang baik.

  12. A good neighbour is better than a far friend : Seorang tetangga yang baik adalah lebih baik daripada teman yang jauh.

  13. A good neighbour is worth more than a far friend : Tidak ada kawan yang dekat, tetanggapun bisa menjadi kawan yang lebih dekat.

  14.  A good servant make a good master : Orang yang dapat memegang perasaan orang lain adalah orang yang berwibawa.

  15. A golden  key opens every door : Dengan uang segala kesulitan dapat diatasi.

  16. A help in sincerity is not a hope to replay : Suatu pertolongan yang ikhlas tidak mengharap balasan.

  17. A little is better than no one (none) : Sedikit lebih baik daripada tidak sama sekali.

  18. All are not friend that speak us fair : Bukan semua kita sebut teman

  19. All is not gold that glitters : Tidaklah semua kelihatan baik akan menjadi baik ; Orang yang kelihatannya cantik belum tentu cantik perbuatannya.

  20. All starts is difficult : Semua permulaan itu sukar

  21. All the world is a stage : Dunia ini seluruhnya sebagai panggung sandiwara.

  22. All well that ends well : Semua yang tadinya baik akan berakhir dengan baik pula.

  23. A man in debt is like a fish caught in the net : Seorang yang berhutang akan terjerat oleh orang yang menghutangkan.

  24. A man is known by the companion he keeps : Seorang bisa dikenal jiwanya dengan siapa ia bergaul/ temannya.

  25. A man without ambition is like a bird without wing : Seorang yang tak punya cita-cita sebagai burung tanpa sayap.

  26. An angry man needs no counsel : Pemarah/ pemberang tidak pedulikan nasihat baik.

  27. A nod is as good as a wink to a blink horse : Bagi seorang yang bodoh lebih bermanfaat praktek daripada teori.

  28. A pot can not call a kettle back : Jangan menghina orang lain kalau Anda sendiri tidak ingin dihina.

  29. A prudent man after seeing the evil then hide himself, but the simpel pass on and are punished : Orang bijaksana akan bersembunyi setelah melihat kejahatan, tetepi orang yang bebal akan melaluinya sehingga kena batunya.

  30. A soft answer turns away wrath; but grievous word stir up anger : Jawaban yang lemah- lembut memadamkan amarah yang menyala- nyala, tetapi kata- kata yang tajam merangsang kemarahan.

  31. As a wolf in sheeps clothing : Serigala berbulu domba.

  32. As between the devil and the deep sea : Seperti di antara hantu dan laut dalam. Seperti makan buah simalakama, dimakan ibu mati, tak dimakan ayah yang mati.

  33. A slader is more dangerous than murder : Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan.

  34. A stich in time, saves nine : Perbaikilah segera kerusakan kecil sehingga tidak mengakibatkan kehancuran.

  35. A wise man is strong and a knowlage man is beawny they are defeatless : Orang bijaksana adalah orang kuat, dan orang berpengalaman itu gagah, mereka tak terkalahkan.

  36. As a jewel of gold in swine’s snout, so is a fair woman which is without discretion : Bagaikan cincin emas pada moncong babi, demikian wanita yang tidak berbudi dan berakhlak.

  37. A tree is known by it’s fruit : Pohon itu dikenal karena buahnya. Baik buruknya seseorang dilihat dari perbuatannya.

  38. A toodler is always fall : Anak- anak yang baru belajar berjalan selalu jatuh. Tiap-tiap permulaan banyak halangannya.

  39. A true delivers souls but a decirtful witness speaks lines : Kesaksian yang benar akan memelihara nyawa, akan tetapi saksi dusta akan membinasakan.

  40. Attitude as a youth must be good and truth : Seorang pemuda harus baik dan benar.                                                                                                                                                                                                grow-up.jpg                                                                                                                                                                                                     ~To Be Continued~